Sabtu, 29 Februari 2020

Pendalaman Terapi Sholat Bahagia

Ponpes Tebu Ireng: Jombang, 2020.
Terapi Sholat Bahagia
Pada tanggal 25 november 2019 bertempatan pada hari senin pukul 18:00 WIB saya mengikuti kajian yang di selenggarakan Ikatan Qori’ Qori’ah Mahasiswa atau lebih di kenal dengan sebutan IQMA UINSA. Kenapa kok saya mengikutin kegiatan itu? Hmm karna ada dua hal yang penting, yang pertama yakni menunaikan keawajiban tugas akhir dari matkul ILMU DAKWAH yang di asuh oleh Prof Ali Aziz sendiri, dan yang kedua merupakan kepentingan bagi diri pribadi sendiri yang sangat minim menunaikan ibadah dalam keadaan khusyuk atau bisa dikatakan hanya untuk menunaikan kewajiban.
PTSB memberikan bimbingan dan praktek agar kita memahami dan mengingatNya lebih kuat dan bisa memantapkan keyakinan dan kebesaran Allah, Percaya diri, dan optimis akan penyelesaian semua msalah menuju hidup bahagia. Wajah penuh bahagia adlah cerminan rasa syukur kepada Allah SWT. Hanya pribadi bahagialah yang bisa maksimal berkreaksi, prokdutif, dan membahagiakan orang lain.
Sholat berasal dari bahasa arab yang artinya ‘’doa”. Sedangkan menurut istilah sholat adalah ibadah yang dimulai dengan bacaan takbiratul ikhrom dan diakhiri dengan mengucap salam dengan syarat dan ketentuan tertentu. Segala perkataan dan perbuatan yang termasuk rukun sholat mempunyai arti dan makna tertentu yang bertujuan untuk mendekatkan hamba dengan Penciptannya.
Kegiatan terapi sholat bahagia menjadi salah satu wadah untuk memahami ilmu sholat yang sebenarnya serta mengkaji dan mendalami tujuan sholat, melalukan  pendalaman terapi sholat bahagia atau biasa dikenal dengan PTSB juga ditujukan agar dapat menghapus kecemasan, meraih sukses kebahagiaan dunia dan akhirat dalam kehidupan.
Sesuatu yang belum pernah saya dapatkan dari kajian-kajian atau seminar-seminar, kita memang sudah biasa melakukan sholat, pun dari kecil kita juga sudah di ajarkan bagaimana cara melakukan sholat, tapi dalam PTSB kita akan lebih mendalami sholat, kita juga tau sholat bukan hanya sebuah penggugur kewajiban, tapi bisa kita jadikan untuk pengantar dialog kita dengan yang maha kuasa. PTSB kemarin sangat bermanfaat dan banyak sekali ilmu yg bisa diambil, pun hati lebih tenang dari sbelumnya.
Perlu diingat dan di pahami dari PTSB adalah T2Q (Tawakkal, tumakninah, dan qonaah), itu adalah tujuan utama sholat, nikmat-nikmat yang lain seperti rezeki, sehat, anak, kaya itu semua hanyalah bonus dan merupakan perhiasan serta tanggung jawab diakhirat kelak.
Sebelum melakukan PTSB pun kita diperintah mendaftar anugerah dari Allah, daftar masalah, dan daftar keinginan kita. Itu pun akan dibuat patokan sebelum kita melakukan sholat, dengan kita tau anugerah-anugerah yang telah Allah berikan kepada kita, kita akan lebih fokus dan banyak bersyukur dengan nikmatNya, telah begitu banyak kenikmatan dan kita sudah seharusnya lebih bersyukur, pun daftar masalah adalah sebuah bentuk penghayatan kita, ingat juga bahwa kita sedang menghayati sebuah permasalahan, bukan sedang mengeluh kepada Allah SWT. Tapi hanyalah sekedar laporan kita selaku hambaNya.
Masih ingat kata kuncinya terapi sholat bahagia  SUBHAN, TURUT, HADIR, MASJID AKSI dan SOSIAL, disitu kita akan lebih merenungkan semuanya.
Nah sedikit saya review dari kajian kemaren ;
A.    Berdiri kata kunci SUBHAN (Syukur, Bimbingan, Ketahanan Iman)
 Subhan dilakukan pada waktu berdiri setelah membaca surat al fatihah, doa yang kita panjatkan berada dalam hati dan tidak perlu di ucapkan, pada saat subhan renungkanlah semua anugrah dan nikmat Allah dari yang terkecil sampai nikmat yang terbesar yang telah kita nikmati dan rasakan hingga saat ini.

B.     Rukuk kata kunci TURUT (Tunduk, Menurut)
      Tunduk kepada Allah dan berserah diri, bersedia untuk mati pada waktu itu, disini kita akan menceritakan masalah kita, kemudian kita mengikhlaskan dan tidak mengeluh dengan adanya masalah tersebut, karena mengeluh adalah hal yg tidak disukai Allah dan suatu hal kebodohan, kemudian kita akan menyakini bahwa Allah akan menolong kita dan Allah tidak akan membiarkan kita sendirian dalam menghadapi masalah-masalah tersebut, yang terakhir adalah kita berserah diri dan pasrah, ikhlas bahwa ada hikmah dibalik semuanya dan Allah sudah memberikan yang terbaik untuk kita. Dalam pelaksanaan rukuk, posisi tangan memegang lutut dengan bahu sedikit dikedepankan, untuk bagian belakang (maaf) pantat diangkat keatas sampai merasakan rasa nyeri bagian otot paha. Terapi ini merupakan salah satu khas kajian PTSB yang telah Prof Ali laksanakan diberbagai belahan dunia. TURUT dilakukan pada saat rukuk dan untuk orang yang masih baru belajar minimal 30 detik, jika sudah merasa nyaman (biasa) boleh dilakukan atas dasar kemampuan masing-masing.
Doa-doa dalam rukuk “Wahai Allah, aku tunduk membungkuk kepada kehendak-Mu. Aku bertasbih dan menyerahkan hidup-mati, sehat sakit, kaya-miskin, dan semua persoalan kepada-MU. Aku menurut kepada semua perintah-Mu. Ampunilah dosa-dosaku”. Kita haruslah merenungkan doa tersebut dalam hati, tidak boleh di ucapkan. Harus yakin 100% dengan lirihan doa “wahai Allah, aku mempunyai masalah, yaitu…. (renungkan masalah-masalahnya). Wahai Allah, aku ikhlas, ridho, tidak mengeluh atas masalah tersebut. jika pernah mengeluh, itu karna kebodohanku, ampunilah aku. Wahai Allah, aku yakin (3x) engkau pasti (3x) menyayangi aku, dan tidak mungkin membniarkan aku sendirian menghadapi masalah dan harapan itu”.

C.    I’tidal kata kunci HADIR (Hak pujian, Takdir)
Hak pujian bermaksud hanya Allah lah yang pantas mendapatkan segalah pujian dari semua hambaNya, memohon ampun kepda Allah atas lintasan pikiran mengharap pujian manusia. Menerima segalah bentuk baik buruknya takdir Allah SWT. Dengan rasa ikhlas penuh barokah berlapang dada menjalankan takdir Allah. Dalam penjelasan PTSB kemaren untuk sesi ini belum di jelaskan secara rinci dikarnakan waktu yang mepet.

D.    Sujud kata kunci MASJID (Maaf, Sinar, Jiwa dan Raga)
Telah dijelaskan dalam sujud memiliki 12 macam do’a tetapi beliau tetap menganjurkan untuk memakai doa yang lumrah dikalangan Mazhab Imam Syafi’i. Telah di istilah kan dalam PTSB kata kunci dari sujud yakni MASJID yang memiliki arti maaf, sinar, jiwa dan raga. Kata maaf kita dianjurkan untuk memafkan segalah orang-orang yang pernah berbuat salah kepada kita baik yang disengaja ataupun tidak disengaja. Kata sinar yakni kita meminta untuk senantiasa di sinari hati kita dalam cahaya nur Nya agar senantiasaa mengantarkan kita untuk berbuat baik kepada sesesama dan di ridhoi Allah SWT. Serahkan semua jiwa raga kita, hidup kita, mati kita, sehat, sakit, kaya, miskin dan semua persoalan dalam hidup kita serahkan kepada Allah dan jangan lupa tatkala kita sujud untuk mendoakan orang yang telah berjasa kepada kita, sekecil apapun itu kita harus lah mengapresiasikannya dalam doa.

E.     Duduk Antara Dua Sujud kata kunci AKSI (Ampunan Kasih, Sejahtera, Iman)
Lebih detailnya dalam penerapan ini yakni kita berdoa memohon ampun kepada Allah, meminta kasih sayangNya dengan rasa cinta atas pemberian nikmat yang telah diberikan kepada kita, memohon kesejahteraan sehat jasmani dan rohani juga orang-orang yang telah berusaha keras membahagiakan keluarga kita. Dan memohon dikokohnya iman agar senantiasa sabar dan tegar saat menerima ujian dari Allah SWT.

F.     Tasyahud kata kunci SOSIAL (Sholawat, Persaksian, Tawakal)
Pada materi  ini kita senantiasa untuk bersifat sosial kepada sesama makhluk Allah SWT. Adapun penjelasan kajian PTSB disebutkan bahwa social tersebut mengandung makna sholawat, persaksian, dan tawakal. Dikala posisi tasyahud kita bersholawat kepada nabi Muhammad SAW. Dengan pengahyatan yang mendalam bahwa Nabi SAW. Sedang berada di depan kita, meminta daya kekuatan untuk meneladani akhlak baginda Nabi SAW. 
 Saat tasyahud juga kita mengutarakan persaksian bahwa “Tiada tuhan selain Allah dan Nabi Muhammad adalah utusan Allah” jadikan syahadat pegangan dan penutup akhir hayat kita. Dan setelahnya kita haruslah bertawakal kepada Allah SWT. Dengan penghayatan doa “Aku serahkan hidup-mati, sehat-sakit, kaya-miskin dan semua persoalan kepada-Mu”.
Kekhusyukan sholat bisa kita dapatkan saat kita menambahkan doa dikala sholat. Doa itu paling mujarab di lakukan pada waktu sholat, diluar sholat pun mujarab tapi lebih mustajabnya doa tersebut dikala kita bercumpuh sujud manis dihadapan Allah menunaikan kewajiaban kita selaku hambaNya. Kenapa sering kali dalam penjelasan ini kita dianjurkan untuk bermohon meminta ampunan? Karna sholat merupakan tanda rasa syukur kita atas segalah karunia nikmat yang Allah berikan kepada kita, tatkalah  kita telah mensyukuri nikmat maka dengan sendirinya akan ada rasa keikhlasan dalam  beribadah kepadaNya. kita haruslah ikhlas beribadah kepada Allah, bagaimana dikabulkan suatu doa apabila seorang munajat tidak ikhlas dalam penyebutan doanya. Oleh karna itu, marilah kita berbondong-bondong dalam menempuh suatu kedasyatan beribadah dalam meraih ridho Allah SWT.
Setelah melakukan tasyahud, lalu mengucapkan salam. Salam yang dijelasakan dalam kajian PTSB mengandung banyak makna, karna diantara salam tersebut mengandung banyak permohonan doa. Saat mengucapkan salam “Assalamu’alaikum Warohmatullahi Wabarokaatuh” dengan wajah memalingkan ke kanan seraya mendoakan orang yang di sebelah kanan kita “Ya Allah, berikanlah dia kemudahan hidup, kesuksesan dan kebahagiaan semua orang disebelah kanan ku” begitupun sebaliknya saat memalingkan wajah sebelah kiri, kita mendokan orang sebelah kiri kita sebagaimana doa tadi.

Hikmah-hikmah kajian PTSB
Sesuatu yg belum pernah saya dapatkan adalah pengaruh dan kedahsyatan sholat, kepercayaan diri semakin bertambah, optimis dan pastinya semua masalah terselesaikan dan menuju hidup lebih bahagia pun tenang. Kebahagiaan adalah sebuah bentuk cerminan rasa syukur kepada Allah SWT. Semakin berbahagia maka kita akan semakin bisa maksimal dalam melakukan sesuatu hal.
Kegiatan ini  menjadi salah satu wadah untuk memahami ilmu sholat yang sebenarnya serta mengkaji dan mendalami tujuan sholat, melalukan  pendalaman terapi sholat bahagia atau biasa dikenal dengan PTSB juga ditujukan agar dapat menghapus kecemasan, meraih sukses kebahagiaan dalam hidup.
Setelah mengikuti kegiatan PTSB kita akan bisa merubah minset kita untuk selalu ikhlas, ridho atas segalah  keputusan Allah dan bisa percaya diri, lebih optimis dan juga tidak pernah mengeluh atas cobaan-cobaan yang telah Allah berikan kepada kita.
Tujuan Allah menciptakan kita adalah untuk beribadah dengan amal kebaikan dan menyembah kepadannya. Menyembah disini berarti beribadah dan salah satunnya adalah sholat. Kita hidup didunia ini hanya sementara dan dari kehidupan di dunia inilah penentu kehidupan kita selanjutnya yaitu kehidupan akhirat yang merupakan kehidupan kekal selamannya. Amalan perbuatan kita yang akan menentukan kita akan masuk surga ataupun neraka yang menjadi tujuan hidup manusia sesungguhnya.

1 komentar: