Terapi Sholat Bahagia
Pada
tanggal 25 november 2019 bertempatan pada hari senin pukul 18:00 WIB saya mengikuti
kajian yang di selenggarakan Ikatan Qori’ Qori’ah Mahasiswa atau lebih di kenal
dengan sebutan IQMA UINSA. Kenapa kok saya mengikutin kegiatan itu? Hmm karna
ada dua hal yang penting, yang pertama yakni menunaikan keawajiban tugas akhir
dari matkul ILMU DAKWAH yang di asuh oleh Prof Ali Aziz sendiri, dan yang kedua
merupakan kepentingan bagi diri pribadi sendiri yang sangat minim menunaikan
ibadah dalam keadaan khusyuk atau bisa dikatakan hanya untuk menunaikan
kewajiban.
PTSB
memberikan bimbingan dan praktek agar kita memahami dan mengingatNya lebih kuat
dan bisa memantapkan keyakinan dan kebesaran Allah, Percaya diri, dan optimis
akan penyelesaian semua msalah menuju hidup bahagia. Wajah penuh bahagia adlah
cerminan rasa syukur kepada Allah SWT. Hanya pribadi bahagialah yang bisa
maksimal berkreaksi, prokdutif, dan membahagiakan orang lain.
Sholat berasal dari bahasa arab yang artinya
‘’doa”. Sedangkan menurut istilah sholat adalah ibadah yang dimulai dengan
bacaan takbiratul ikhrom dan diakhiri dengan mengucap salam dengan syarat dan
ketentuan tertentu. Segala perkataan dan perbuatan yang termasuk rukun sholat
mempunyai arti dan makna tertentu yang bertujuan untuk mendekatkan hamba dengan
Penciptannya.
Kegiatan
terapi sholat bahagia menjadi salah satu wadah untuk memahami ilmu sholat yang
sebenarnya serta mengkaji dan mendalami tujuan sholat, melalukan pendalaman terapi sholat bahagia atau biasa
dikenal dengan PTSB juga ditujukan agar dapat menghapus kecemasan, meraih
sukses kebahagiaan dunia dan akhirat dalam kehidupan.
Sesuatu
yang belum pernah saya dapatkan dari kajian-kajian atau seminar-seminar, kita
memang sudah biasa melakukan sholat, pun dari kecil kita juga sudah di ajarkan
bagaimana cara melakukan sholat, tapi dalam PTSB kita akan lebih mendalami
sholat, kita juga tau sholat bukan hanya sebuah penggugur kewajiban, tapi bisa
kita jadikan untuk pengantar dialog kita dengan yang maha kuasa. PTSB kemarin sangat bermanfaat dan
banyak sekali ilmu yg bisa diambil, pun hati lebih tenang dari sbelumnya.
Perlu diingat
dan di pahami dari PTSB adalah T2Q (Tawakkal, tumakninah, dan qonaah), itu adalah
tujuan utama sholat, nikmat-nikmat yang lain seperti rezeki, sehat, anak, kaya
itu semua hanyalah bonus dan merupakan perhiasan serta tanggung jawab diakhirat
kelak.
Sebelum
melakukan PTSB pun kita diperintah
mendaftar anugerah dari Allah, daftar masalah, dan daftar keinginan kita. Itu
pun akan dibuat patokan sebelum kita melakukan sholat, dengan kita tau anugerah-anugerah
yang telah Allah berikan kepada kita, kita akan lebih fokus dan banyak
bersyukur dengan nikmatNya, telah begitu banyak kenikmatan dan kita sudah
seharusnya lebih bersyukur, pun daftar masalah adalah sebuah bentuk penghayatan
kita, ingat juga bahwa kita sedang menghayati sebuah permasalahan, bukan sedang
mengeluh kepada Allah SWT. Tapi hanyalah sekedar laporan kita selaku hambaNya.
Masih
ingat kata kuncinya terapi sholat bahagia SUBHAN, TURUT, HADIR, MASJID AKSI dan SOSIAL,
disitu kita akan lebih merenungkan semuanya.
Nah sedikit
saya review dari kajian kemaren ;
A.
Berdiri kata
kunci SUBHAN (Syukur, Bimbingan, Ketahanan Iman)
Subhan
dilakukan pada waktu berdiri setelah membaca surat al fatihah, doa yang kita
panjatkan berada dalam hati dan tidak perlu di ucapkan, pada saat subhan
renungkanlah semua anugrah dan nikmat Allah dari yang terkecil sampai nikmat
yang terbesar yang telah kita nikmati dan rasakan hingga saat ini.
B.
Rukuk kata
kunci TURUT (Tunduk, Menurut)
Tunduk
kepada Allah dan berserah diri, bersedia untuk mati pada waktu itu, disini kita
akan menceritakan masalah kita, kemudian kita mengikhlaskan dan tidak mengeluh
dengan adanya masalah tersebut, karena mengeluh adalah hal yg tidak disukai Allah
dan suatu hal kebodohan, kemudian kita akan menyakini bahwa Allah akan menolong
kita dan Allah tidak akan membiarkan kita sendirian dalam menghadapi
masalah-masalah tersebut, yang terakhir adalah kita berserah diri dan pasrah,
ikhlas bahwa ada hikmah dibalik semuanya dan Allah sudah memberikan yang
terbaik untuk kita. Dalam pelaksanaan rukuk, posisi tangan memegang lutut
dengan bahu sedikit dikedepankan, untuk bagian belakang (maaf) pantat diangkat
keatas sampai merasakan rasa nyeri bagian otot paha. Terapi ini merupakan salah
satu khas kajian PTSB yang telah Prof Ali laksanakan diberbagai belahan dunia. TURUT
dilakukan pada saat rukuk dan untuk orang yang masih baru belajar minimal 30
detik, jika sudah merasa nyaman (biasa) boleh dilakukan atas dasar kemampuan
masing-masing.
Doa-doa dalam rukuk “Wahai Allah, aku tunduk
membungkuk kepada kehendak-Mu. Aku bertasbih dan menyerahkan hidup-mati, sehat
sakit, kaya-miskin, dan semua persoalan kepada-MU. Aku menurut kepada semua
perintah-Mu. Ampunilah dosa-dosaku”. Kita haruslah merenungkan doa tersebut
dalam hati, tidak boleh di ucapkan. Harus yakin 100% dengan lirihan doa “wahai
Allah, aku mempunyai masalah, yaitu…. (renungkan masalah-masalahnya). Wahai
Allah, aku ikhlas, ridho, tidak mengeluh atas masalah tersebut. jika pernah
mengeluh, itu karna kebodohanku, ampunilah aku. Wahai Allah, aku yakin (3x)
engkau pasti (3x) menyayangi aku, dan tidak mungkin membniarkan aku sendirian
menghadapi masalah dan harapan itu”.
C.
I’tidal kata
kunci HADIR (Hak pujian, Takdir)
Hak pujian bermaksud hanya Allah lah yang
pantas mendapatkan segalah pujian dari semua hambaNya, memohon ampun kepda
Allah atas lintasan pikiran mengharap pujian manusia. Menerima segalah bentuk
baik buruknya takdir Allah SWT. Dengan rasa ikhlas penuh barokah berlapang dada
menjalankan takdir Allah. Dalam penjelasan
PTSB kemaren untuk sesi ini belum di jelaskan secara rinci dikarnakan waktu
yang mepet.
D.
Sujud kata
kunci MASJID (Maaf, Sinar, Jiwa dan Raga)
Telah dijelaskan dalam sujud memiliki 12 macam
do’a tetapi beliau tetap menganjurkan untuk memakai doa yang lumrah dikalangan
Mazhab Imam Syafi’i. Telah di istilah kan dalam PTSB kata kunci dari sujud
yakni MASJID yang memiliki arti maaf, sinar, jiwa dan raga. Kata maaf kita
dianjurkan untuk memafkan segalah orang-orang yang pernah berbuat salah kepada
kita baik yang disengaja ataupun tidak disengaja. Kata sinar yakni kita meminta
untuk senantiasa di sinari hati kita dalam cahaya nur Nya agar senantiasaa
mengantarkan kita untuk berbuat baik kepada sesesama dan di ridhoi Allah SWT.
Serahkan semua jiwa raga kita, hidup kita, mati kita, sehat, sakit, kaya,
miskin dan semua persoalan dalam hidup kita serahkan kepada Allah dan jangan
lupa tatkala kita sujud untuk mendoakan orang yang telah berjasa kepada kita,
sekecil apapun itu kita harus lah mengapresiasikannya dalam doa.
E.
Duduk
Antara Dua Sujud kata kunci AKSI (Ampunan Kasih, Sejahtera,
Iman)
Lebih detailnya dalam penerapan ini yakni kita
berdoa memohon ampun kepada Allah, meminta kasih sayangNya dengan rasa cinta
atas pemberian nikmat yang telah diberikan kepada kita, memohon kesejahteraan
sehat jasmani dan rohani juga orang-orang yang telah berusaha keras
membahagiakan keluarga kita. Dan memohon dikokohnya iman agar senantiasa sabar
dan tegar saat menerima ujian dari Allah SWT.
F.
Tasyahud
kata
kunci SOSIAL (Sholawat, Persaksian, Tawakal)
Pada materi
ini kita senantiasa untuk bersifat sosial kepada sesama makhluk Allah
SWT. Adapun penjelasan kajian PTSB disebutkan
bahwa social tersebut mengandung makna sholawat, persaksian, dan tawakal.
Dikala posisi tasyahud kita bersholawat kepada nabi Muhammad SAW. Dengan
pengahyatan yang mendalam bahwa Nabi SAW. Sedang berada di depan kita, meminta
daya kekuatan untuk meneladani akhlak baginda Nabi SAW.
Saat
tasyahud juga kita mengutarakan persaksian bahwa “Tiada tuhan selain Allah dan
Nabi Muhammad adalah utusan Allah” jadikan syahadat pegangan dan penutup akhir
hayat kita. Dan setelahnya kita haruslah bertawakal kepada Allah SWT. Dengan
penghayatan doa “Aku serahkan hidup-mati, sehat-sakit, kaya-miskin dan semua
persoalan kepada-Mu”.
Kekhusyukan sholat bisa kita dapatkan saat kita
menambahkan doa dikala sholat. Doa itu paling mujarab di lakukan pada waktu
sholat, diluar sholat pun mujarab tapi lebih mustajabnya doa tersebut dikala
kita bercumpuh sujud manis dihadapan Allah menunaikan kewajiaban kita selaku
hambaNya. Kenapa sering kali dalam penjelasan ini kita dianjurkan untuk
bermohon meminta ampunan? Karna sholat merupakan tanda rasa syukur kita atas
segalah karunia nikmat yang Allah berikan kepada kita, tatkalah kita telah mensyukuri nikmat maka dengan
sendirinya akan ada rasa keikhlasan dalam
beribadah kepadaNya. kita haruslah ikhlas beribadah kepada Allah,
bagaimana dikabulkan suatu doa apabila seorang munajat tidak ikhlas dalam
penyebutan doanya. Oleh karna itu, marilah kita berbondong-bondong dalam
menempuh suatu kedasyatan beribadah dalam meraih ridho Allah SWT.
Setelah melakukan tasyahud, lalu mengucapkan
salam. Salam yang dijelasakan dalam kajian PTSB mengandung banyak makna, karna
diantara salam tersebut mengandung banyak permohonan doa. Saat mengucapkan
salam “Assalamu’alaikum Warohmatullahi
Wabarokaatuh” dengan wajah memalingkan ke kanan seraya mendoakan orang yang
di sebelah kanan kita “Ya Allah, berikanlah dia kemudahan hidup, kesuksesan dan
kebahagiaan semua orang disebelah kanan ku” begitupun sebaliknya saat
memalingkan wajah sebelah kiri, kita mendokan orang sebelah kiri kita
sebagaimana doa tadi.
Hikmah-hikmah kajian PTSB
Sesuatu
yg belum pernah saya dapatkan adalah pengaruh dan kedahsyatan sholat,
kepercayaan diri semakin bertambah, optimis dan pastinya semua masalah
terselesaikan dan menuju hidup lebih bahagia pun tenang. Kebahagiaan adalah
sebuah bentuk cerminan rasa syukur kepada Allah SWT. Semakin berbahagia maka
kita akan semakin bisa maksimal dalam melakukan sesuatu hal.
Kegiatan
ini menjadi salah satu wadah untuk
memahami ilmu sholat yang sebenarnya serta mengkaji dan mendalami tujuan
sholat, melalukan pendalaman terapi
sholat bahagia atau biasa dikenal dengan PTSB juga ditujukan agar dapat
menghapus kecemasan, meraih sukses kebahagiaan dalam hidup.
Setelah
mengikuti kegiatan PTSB kita akan bisa merubah minset kita untuk selalu ikhlas,
ridho atas segalah keputusan Allah dan
bisa percaya diri, lebih optimis dan juga tidak pernah mengeluh atas
cobaan-cobaan yang telah Allah berikan kepada kita.
Tujuan Allah menciptakan kita adalah untuk
beribadah dengan amal kebaikan dan menyembah kepadannya. Menyembah disini
berarti beribadah dan salah satunnya adalah sholat. Kita hidup didunia ini hanya sementara dan dari
kehidupan di dunia inilah penentu kehidupan kita selanjutnya yaitu kehidupan
akhirat yang merupakan kehidupan kekal selamannya. Amalan perbuatan kita yang
akan menentukan kita akan masuk surga ataupun neraka yang menjadi tujuan hidup
manusia sesungguhnya.
